cerita silat BARA MAHARANI

Discussion in 'Creative Art & Fine Art' started by cerita-silat, Dec 30, 2014.

  1. cerita-silat

    cerita-silat Member

    Joined:
    Dec 7, 2014
    Messages:
    292
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    SERIAL BARA MAHARANI
    Karya : Khu Lung
    Terjemahan :Tjan Ing Djoe
    Serial Bara Maharani terdiri dari 4 Seri Yaitu
    1. Bara Maharani
    2. Tiga Maha Besar
    3. Rahasia Hiolo Kumala
    4. Neraka Hitam
    Sinopsis
    Hoa Thian Hong menggunakan pedang baja berat
    macam Yo Ko, dan ilmunya naik setaraf demi setaraf,
    sampai dapat pencerahan menemukan KUBURAN
    PEDANG, yaitu tokoh Tokko Wudi (Yo Ko dan Leng Ho
    Tiong juga ilmunya dari sini). Dimana pada kuburan
    pedang itu ditemukan puisi yang berintikan ilmu sakti
    (tentu saja bagi yang ilmu pedangnya sudah cukup
    tinggi macam Hoa Thian Hong). Setelah membaca
    puisi ini Hoa Thian Hongterus memikirnya dan terakhir
    dalam hari itu juga, waktu ada pertempuran antara 3
    Maha Besar dan Mo Kau (terjadi pertentangan di sini
    dalam 3 maha besar sendiri, ya boleh dibilang
    masing2 ingin menyelamatkan golongannya dengan
    segala cara). Hoa Thian Hongyang seperti linglung itu
    sudah pergi, lalu kembali lagi tidak lama dan sudah
    menyelami inti ilmu pedangnya.
    Hebatnya
    Hoa Thian Hong karena kedisiplinan
    menggembleng diri (ingat lari racunnya) dan pengaruh
    ibunya yang cukup dominan (jadi bukan karena
    menemukan puisi itu, puisi itu hanya mempercepat) .
    Dan seperti gaya Gu Long, tidak diceritakan
    pertempuran Hoa Thian Hong dengan musuh
    bebuyutannya (ex pacar Pek Kun Gie), cuma
    dikatakan walau pun musuhnya menemukan kitab
    mustika, tapi Hoa Thian Hong tiap hari berlatih, jadi
    bisa bayangkan berapa tingkat ilmunya sekarang,
    mana musuhnya nempil.
    Ada
    yang mendekati serunya cersil ini , yaitu
    Pendekar Cacad
    Bara Maharani
    Membalas budi tuan penolong ayah bunda
    Malam telah kelam, suasana diseluruh jagad sunyi
    tak
    kedengaran sedikit suarapun, cahaya rembulan lapat2
    muncul dari balik awan yang gelap . . . angin malam
    berhembus sepoi-sepoi menggoyangkan daun dan
    ranting pepohonan disekeliling sana.
    Jauh
    memandang kedepan yang nampak hanya
    hutan belantara, gonggongan srigala me nimbulkan
    suasana yang ngeri dimalam itu…..
    Tiga Maha Besar
    Mendengar teriakan itu para anggota perkumpulan
    Thongthian- auw secara tertib segera mengundurkan
    diri kedalam barak, Cing Leng cu sambil membopong
    Thong-thian Kaucu pun ikut mengundurkan diri
    kedalam barak. Dipihak lain, orang-orang dari
    perkumpulan Sin-kie-pang serta Hong-im-hwie
    masing-masing telah menolong pemimpin mereka
    meskipun Jin Hiang kehilangan lengan kanannya dan
    punggung Pek Siau-thian penuh luka yang merekah
    namun keadaan mereka berdua tidak jauh berbeda
    dengan keadan dari Thong-thian Kaucu meskipun luka
    luar yang diderita cukup parah namun tidak sampai
    mempengaruhi keselamatan jiwa justru luka dalam
    yang ditimbulkan akibat pekikan pembawa maut
    itulah yang mengancam keselamatan mereka.
    Kelompok tiga maha besar dalam dunia persilatan ini
    adalah perkumpulan-perkumpulan yang mempunyai
    tata tertib serta organisasi yang sangat ketat
    meskipun pemimpin mereka sudah mendalami
    musibah yang diluar dugaan, setelah suasana kacau
    sebentar keadaanpun menjadi tenang kembali.
    Rahasia Hiolo Kumala
    “Apakah engkau dapat membuktikan bahwa hiolo
    kumala ini adalah barang asli?” Hoa Thian-hong agak
    tertegun sesudah mendengar pertanyaan itu
    kemudian katanya: “Si-moay, bolehkah kau
    pinjamkan hiolo kumala itu padaku?” Buru-buru sama
    Jin serahkan hiolo kumala itu kepada saudaranya,
    setelah menerima benda itu Hoa Thian-hong
    menelitinya dengan seksama, kemudian meletakkan
    benda itu di atas sebuah meja kecil.
    Mendadak
    ia gigit jari tengah sendiri sampai robek,
    darah segar yang meleleh keluar segera di tampung
    ke dalam hiolo kumala tersebut. Tinggi hiolo kumala
    itu tak lebih cuma beberapa inci, dengan sendirinya
    takaranpun kecil sekali sebentar kemudian darah
    segar telah memenuhi isi hiolo tersebut. Dengan sorot
    mata setajam sembilu, Hoa Thian-hong mengawasi
    hiolo kumala itu tanpa berkedip, rupanya ia sedang
    memperhatikan sesuatu yang sangat menarik.
    Neraka Hitam
    Sinar keemasan emas tampak berkilauan di udara,
    tahutahu di dalam pergelanggan tangan si kakek
    berbaju hijau itu telah bertambah dengan dua buah
    gelang emas yang besarnya seperti mangkuk dengan
    permukaan luarnya rata, sedang permukaan
    dalamnya bergerigi.
    Gelang
    itu tidak mirip gelang baja Liong hau kang-
    huan, juga tidak mirip dengan gelang pelindung
    tangan lu jiu huan, tapi yang jelas bentuk senjata
    tersebut merupakan suatu bentuk senjata yang aneh
    dan istimewa sekali. Diam-diam Hoa In-liong berpikir
    setelah menyaksikan bentuk aneh senjata musuhnya
    “Bila dilihat dari bentuk senjata itu tam pak gerigi
    dibalik gelang khusus dipergunakan untuk mengunci
    pedang musuh, Hmm… cuma kalau kau anggap ilmu
    pedang keluarga Hoa kami dapat diatasi dengan cara
    semacam itu, maka keliru besarlah penghitunganmu
    itu…..
     
  2. Musa M

    Musa M Member

    Joined:
    Apr 29, 2014
    Messages:
    836
    Likes Received:
    57
    Trophy Points:
    28
    ini nulis cerita panjang banget apa enggak cepek Bos , saya lihat ceritanya panjang2
     
Loading...

Share This Page