Perhatikan Spon Pencuci Piring Anda

Discussion in 'General Discussion' started by Mohammad Nashiruddin, Feb 27, 2016.

  1. Mohammad Nashiruddin

    Mohammad Nashiruddin Member

    Joined:
    Dec 17, 2015
    Messages:
    83
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    8
    Mencuci piring? Hmm, sepertinya itu kegiatan yang sederhana namun sangat penting esensinya bagi kehidupan manusia, salah mencuci piring bias fatal akibatnya. Sebut saja seperti piring yang masih kotor, berminyak, bau ataupun retak saat meletakkan piring yang sudah dicuci.

    Dari banyaknya resiko yang akan muncul, mungkin kita bias ambil kasus yakni piring yang kotor meskipun sudah dicui akan berdampak pada kemungkinan anda terjangkit penyakit saat makanan yang anda santap dihidangkan di piring tersebut. Oleh karenanya spon cuci piring salah satu elemn yang perlu diperhatikan saat anda mencuci piring.

    Spon cuci piring merupakan bahan sederhana yang tentunya biasa kita gunakan saat mencuci piring, gelas, mangkok, wajan dll.

    Namun jika kita kurang menjaga kebersihan spon cuci piring jangan heran jika spon tersebut akan lebih kotor dari pada dudukan toilet karena bakteri akan lebih cepat bertumbuh dan berkembang biak di tempat yang lembab dan huga basah.

    Namun sering kali (tidak cuma sekali ataupun dua kali) kita beranggapan bahwa spon yang kita gunakan untuk mencuci piring bebas dari bakteri karena selalu terkena sabun cuci sehingga bakteri akan mati dan tidak bisa bertumbuh, namun ternyata anggapan itu adalah salah besar.
    [​IMG]

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Arizona, ternyata spon yang biasa kita gunakan untuk mencuci piring sebanyak 10 persennya mengandung bakteri yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Seperti : bakteri E.coli, bakteri Salmonela dan bakteri lainnya yang merugikan kesehatan seperti yang dilansir oleh Pop Sugar, sungguh mengerikan bukan?

    Oleh karena itu jika kita beranggapan toilet duduk sangat kotor dan menjijikkan maka dengan adanya penelitian tersebut membuktikan bahwa spon cuci piring ternyata juga lebih kotor dari pada toilet duduk bahkan bakteri yang tidak ada di toilet duduk akan ditemukan di dalam spon cuci piring, penelitian yang dilakukan terhadap 1000 spon cuci piring dan hasilnya sungguh mengejutkan.

    Seringkali kita tidak terlalu memperhatikan kebersihan spon cuci piring bahkan ada yang sampai berbulan-bulan tidak diganti dengan yang baru, sebagian orang memang masih menganggap remeh kebersihan spon cuci piring walaupun sepele namun cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.
    Untuk terhindar dari itu semua, simaklah tips berikut ini :
    • Gantilah spon cuci piring secara berkala maksimal 2 bulan sekali. Meskipun spon cuci piring sepertinya masih bersih, tetap harus diganti.
    • Spon bekas mencuci sebaiknya dibersihkan dengan air dan peras sampai sedikit air di dalam spon.
    • Bersihkan tempat cuci piring menggunakan cairan anti kuman atau disinfektan secara rutin untuk mencegah kuman dan bakteri berkembang biak.
    • Jika ada air panas rendamlah spon sesering mungkin menggunakan air panas agar bakteri di dalamnya mati. Dan pastikan tempat cuci piring anda juga harus sering dibersihkan ya.
    Semoga bermanfaat
     
    lasealwin likes this.
  2. rakiwen

    rakiwen Member

    Joined:
    Feb 11, 2016
    Messages:
    576
    Likes Received:
    47
    Trophy Points:
    28
    waktu itu nonton onthesp*t juga spon cuci piring itu penyebaran bakteri paling banyak
     
  3. lasealwin

    lasealwin Well-Known Member

    Joined:
    Aug 1, 2015
    Messages:
    1,862
    Likes Received:
    171
    Trophy Points:
    63
    Yup. Jangan hanya memperhatikan yang besar-besar yang kecil juga turut dibawa pusing. Salam luar biasa
     
  4. rionoveli

    rionoveli Member

    Joined:
    Nov 16, 2015
    Messages:
    166
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    18
    ternyata spons buat cuci piring itu dampaknya lumayan ya buat kesehatan,padahal kalau di desa seperti rumah ane spons itu jarang di miliki oleh ibu ibu rumah tangga seperti keluarga ane ,malahan menggunakan serabut kelapa untuk pengganti spons *akhirnya*
     
Loading...

Share This Page