Manfaat Matoa Buah Khas Papua

Discussion in 'Health & Medical' started by Frizy, Apr 1, 2016.

Tags:
  1. Frizy

    Frizy Member

    Joined:
    Mar 31, 2016
    Messages:
    160
    Likes Received:
    17
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Hari yang cerah ini saya berjalan mengelilingi kota jaya Pura, disini saya melihat beberapa ibu-ibu menjual buah-buah di pinggiran jalan kota Jayapura. Melihat mereka, perut saya kembali bergejolak, dalam pikir saya, saya harus membelinya. Saat saya mampir kios buah tersebut, saya terdiam sejenak melihat buah yang dijual. Bentuknya bulat lonjong dengan kulit keras berwarna merah kehitaman. Buah ini terasa asing, hingga sang penjual memberitahu bahwa buah ini bernama Matoa.

    Matoa, buah unik khas Papua. Buah Matoa merupakan buah dari sebuah tanaman khas Indonesia, khususnya wilayah Indonesia timur, seperti Papua dan Maluku.Pohon matoa yang bernama latin Pometia pinnata sendiri berbunga sekali dalam setahun, yaitu antara bulan Juli hingga Oktober dengan masa matang sekitar 4 bulan.papua memiliki dua jenis Matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Hal yang membedakan kedua jenis ini adalah tekstur buahnya, pada Matoa Kelapa buahnya kenyal dan padat seperti rambutan aceh, sedangkan Matoa Papeda memiliki tekstur buah yang berdaging lebih lengket dan lembek. Sepintas, buah Matoa tampak seperti buah pinang yang memiliki kulit keras berwarna hijau, merah, dan hitam, serta berbentuk bulat lonjong dengan panjang sekitar 5-6 centimeter. Namun dalam hal rasa, Matoa memiliki citarasa manis dan wangi layaknya perpaduan antara rambutan, kelengkeng dan leci.
    Selain memiliki rasa yang nikmat, buah Matoa pun memiliki khasiat yang cukup banyak. Kandungan vitamin C dalam buah mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang lemah dan berfungsi meningkatkan antioksidan pencegah kanker. Selain itu, Matoa juga mengandung vitamin E yang berguna sebagai penghilang stress, meningkatkan kesuburan, dan meminimalisir resiko terkena penyakit Jantung. Namun demikian, kandungan glukosa dalam buah Matoa juga cukup tinggi, sehingga konsumsi Matoa dalam jumlah banyak dapat menyebabkan pusing dan mabuk.
    Buah Matoa memang banyak terdapat di Indonesia timur, namun sebenarnya buah ini tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Di wilayah Sumatera utara, Matoa dikenal dengan nama Pakam, di Minangkabau dikenal sebagai Langsek Anggang, di Jawa Barat dikenal dengan sebutan Leungsir, dan di Pulau Jawa disebut Kayu Sapi. Matoa adalah tanaman asli Indonesia dan sangat cocok untuk dijadikan tanaman penghijauan. Matoa sangat direkomendasikan karena dapat tumbuh di segala medan dan memiliki akar serta pangkal batang yang kuat. Selain itu, ternyata Matoa juga memiliki ketahanan terhadap segala jenis serangga.
    saya mencoba untuk memakannya dan ternyata buah matoa rasanya manis dan nikmat sekali. Walaupun agak mahal, tapi harganya sebanding dengan istimewanya, Rp60.000 per kilo nya. Sekarang saya tahu, bahwa ada buah unik khas Papua yang bernama Matoa.

    Penasaran mau tahu berbagai macam manfaat buah lainnya ikuti perjalanan perut gendut yang akan memberikan berbagai macam informasi bagi anda para pecinta kuliner mulai dari tempat kuliner,menu kuliner serta berbagai macam resep kuliner.
     
  2. Frizy

    Frizy Member

    Joined:
    Mar 31, 2016
    Messages:
    160
    Likes Received:
    17
    Trophy Points:
    18
    Buah Matoa memang banyak terdapat di Indonesia timur, namun sebenarnya buah ini tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Di wilayah Sumatera utara, Matoa dikenal dengan nama Pakam, di Minangkabau dikenal sebagai Langsek Anggang, di Jawa Barat dikenal dengan sebutan Leungsir, dan di Pulau Jawa disebut Kayu Sapi
     
  3. rakiwen

    rakiwen Member

    Joined:
    Feb 11, 2016
    Messages:
    576
    Likes Received:
    47
    Trophy Points:
    28
    Di desa ku ada... hehehe
    Tapi jarang banget yang punya pohon matoa..
     
  4. masdoni

    masdoni Member

    Joined:
    Mar 11, 2016
    Messages:
    167
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    18
    cuma ada di papua ya ?? padahal saya pengen ngerasain buah ini
     
Loading...

Share This Page