Bahaya Melakukan Aborsi

Discussion in 'Health & Medical' started by Elis kantor, Oct 8, 2016.

  1. Elis kantor

    Elis kantor Member

    Joined:
    Aug 20, 2016
    Messages:
    88
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    8
    Aborsi adalah tindakan untuk mengakhiri kehamilan dengan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin lahir. Hal ini merupakan tindakan ilegal karena termasuk kedalam upaya menghilangkan nyawa seseorang. Dibalik itu, terdapat bahaya yang luar biasa, seperti :

    Pendarahan dalam kurun waktu lama

    Saat melakukan aborsi, maka akan terjadi pendarahan hebat, pendarahan tersebut merupakan janin yang masih gumpalan darah atau baru terbentuk jaringan pecah (seperti pecahnya balon yang berisi air). Beberapa wanita akan mengalami pendarahan setidaknya kurang lebih 12, namun ada juga yang mengalami pendarahan sampai 6 minggu. Pendarahan yang terus berlanjut bisa mengakibatkan kekurangan darah bahkan kematian.

    Terjadi kehamilan ektopik (hamil anggur)
    Wanita yang pernah melakukan aborsi sangat rentan terkena kehamilan ektopik di masa depan. Hal ini bisa jadi karena efek aborsi tersebut merusak bagian yang ada didalam rahim.

    Aborsi yang tidak sempurna
    Sebagian kasus aborsi membuat sebagian jaringan janin tertinggal di dalamnya. Hal ini bisa mengakibatkan infeksi pada rahim. Adapun kasus lainnya seperti bayi lahir cacat karena aborsi yang tidak sempurna.

    Tertular radang panggul
    Pelvic inflammatory disease (PID) atau biasa di kenal dengan sebutan radang panggul sangat rentan dengan wanita yang melakukan aborsi menggunakan pil. Presenatse tertularnya bahkan sampai 5%. Pasien akan merasakan nyeri panggul yang sangat sakit, sebab ini merupakan penyakit yang cukup kronis. Biasanya pasien yang sudah terkena penyakit ini memiliki masa subur yang sudah berkurang.. ia juga sangat rentan dengan kehamilan ektopik. Resiko semakin tinggi jika ia juga merupakan pasien yang dulunya menderita penyakit klamidia.

    Efek psikologis pasien
    Secara psikologis, wanita yang sudah melakukan aborsi lebih mudah depresi dan sangat sensitive. Tak jarang dalam benaknya untuk berfikir bunuh diri ketika merasa masalah yang menimpanya berat. Hal ini sangat mempengaruhi perasaan emosional yang tinggi bisa membawanya pada penyalahgunaan obat obat terlarang. Menurut penelitian yang sudah di lakukan, sangat sedikit wanita yang masih bisa berfikir positif setelah melakukan aborsi. Hal ini juga bisa dikarenakan rasa bersalah setelah setelah melakukan aborsi.

    Resiko kematian tinggi
    Penelitian yang di lakukan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa aborsi menjadi penyebab utama kelima atas kematian wanita. Penelitian lain yang di lakukan di Denmark juga menyebutkan hal sama. Biasanya aborsi menggunakan pil terkait pasca operasi akan terjadi pendarahan hebat, lalu terkena infeksi. Alasan lain penyebab kematian tersebut adalah pasien terkena infeksi, emboli, anestesi bahkan kehamilan ektopik yang tidak bisa terdiagnosis sebelumnya.

    Rahim menjadi rusak
    Melakukan aborsi memang tidak sederhana. Tidak jarang wanita yang usai melakukan aborsi malah muncul gangguan baru. Salah satunya terkena kerusakan leher rahim karena alat atau karena paksaan pengeluaran janin. Sehingga membuatnya jadi rusak dan bisa berpotensi memicu penyakit baru.

    Rusaknya organ tubuh lain
    Rahim manusia memiliki ukuran yang tidak terlalu besar. Saat melakukan aborsi, alat yang di gunakan untuk menyedot bisa saja melukai organ lain yang berada di dekatnya. Salah satu organ yang biasanya menjadi korban saat aborsi adalah usus atau kandung kemih. Beberapa wanita mengeluhkan sakit di ke dua bagian tersebut setelah melakukan aborsi.

    Resiko terkena kanker serviks dan rentan terkena infeksi (penyakit seksual menular)
    Wanita yang sudah pernah melakukan aborsi juga memiliki resiko tinggi terhadap komplikasi penyakit di organ reproduksi. Salah satunya adalah kanker leher rahim atau biasa di kenal dengan kanker serviks. Hal ini berkaitan erat dengan pengambilan embrio dari vagina yang membutuhkan pelebaran. Sehingga kemungkinan leher rahim sobek lalu terinfeksi juga tinggi. Tingkat resikonya bahkan sampai 2,3 kali lebih tinggi dari wanita normal.

    Terjadi perubahan hormonal
    Wanita yang sudah pernah melakukan operasi untuk aborsi, biasanya akan terjadi perubahan hormonal pada dirinya. Tentu saja ini berkaitan dengan kerusakan leher rahim. Perubahan hormonal ini juga bisa di sebabkan pengaruh stres atau rusaknya ovarium. Keadaan ini tentu saka mempengaruhi sistem imunnitas diri mereka.

    Osteoporosis

    Ini karena saat janin gugur, maka janin akan membawa kadar kalsium dalam tubuh wanita tersebut. Inilah mengapa setelah keguguran mengharuskan wanita mencukupi kebutuhan kalsiumnya. KArena kekurangan kadar kalsium dalam tubuh bisa sangat rentan terkena masalah tulang, dan anemia.

    Meningkatkan resiko penyakit degeneratif
    Wanita yang pernah melakukan aborsi juga sangat rentan degan penyakit degenerative (penyakit yang mengenai pada usia tua nanti) seperti penyakit jantung, diabetes, hingga stroke.

    kemungkinan mengalami sindrom metabolic
    Wanita yang sudah pernah melakukan aborsi memiliki kemungkinan peningkatan sindrom metabolic 1,25 kali lebih tinggi. Hal ini sudah di teliti di China bahwa mereka yang melakukan aborsi pada usia dini atau remaja memiliki peningkatan sistem metabolic setiap kali melakukan aborsi lagi. Penelitian yang menggunakan metode kuosioner ini mengambil sampel sebanyak 6.302 perempuan di china yang sudah berusia 40 tahun. Dan hasilnya positif.

    Namun beda lagi dengan keguguran, hal itu adalah musibah. Ngeri yah permisa *nangis3*
     
  2. Sarang Semut

    Sarang Semut Member

    Joined:
    Oct 14, 2015
    Messages:
    433
    Likes Received:
    46
    Trophy Points:
    28
    Jangan bikin kalo ga mau bertanggung jawab...
     
    Elis kantor likes this.
  3. Yayan Casper

    Yayan Casper Member

    Joined:
    Jul 18, 2014
    Messages:
    670
    Likes Received:
    77
    Trophy Points:
    28
    ngeri juga yah gan ...
     
    Elis kantor likes this.
  4. Jangan membuat anak dulu kalau cuma mau di buang
     
Loading...

Share This Page