Perbedaan Gejala Gonore pada Pria dan Wanita

Discussion in 'Health & Medical' started by resi raphael, Aug 8, 2025.

  1. resi raphael

    resi raphael Member

    Joined:
    May 16, 2019
    Messages:
    164
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Gonore atau yang juga dikenal dengan sebutan kencing nanah adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

    Penyakit ini bisa menyerang baik pria maupun wanita dan menimbulkan gejala yang cukup menyakitkan.

    Namun, meskipun gejalanya serupa, ciri-ciri gonore pada pria dan wanita bisa sedikit berbeda.

    Ciri-ciri Gonore pada Pria

    Nyeri saat kencing

    Pada pria, ciri-ciri awal gonore yang paling umum adalah timbulnya rasa nyeri atau perih saat kencing.

    Hal ini terjadi karena bakteri Neisseria gonorrhoeae menginfeksi uretra, yaitu saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang penis.

    Keluarnya cairan dari penis

    Selain rasa nyeri saat kencing, pria yang terinfeksi gonore juga bisa mengalami keluarnya cairan dari penis yang berwarna putih, kuning, atau hijau.

    Nyeri pada testis

    Beberapa pria yang terinfeksi gonore juga dapat merasakan nyeri pada area sekitar testis.

    Ciri-ciri Gonore pada Wanita

    Keluarnya cairan dari vagina

    Ciri-ciri gonore pada wanita yang paling sering terjadi adalah keluarnya cairan dari vagina yang berwarna kuning atau hijau. Cairan ini mungkin disertai dengan bau yang tidak sedap dan teksturnya yang kental.

    Nyeri saat berhubungan seksual

    Wanita yang terinfeksi gonore juga bisa mengalami rasa sakit saat berhubungan seksual, terutama saat penetrasi.

    Pendarahan di antara periode menstruasi

    Beberapa wanita yang terinfeksi gonore juga mengalami pendarahan di antara periode menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

    Perbedaan Ciri-Ciri Gonore pada Pria dan Wanita

    Meskipun ciri-ciri gonore pada pria dan wanita bisa serupa, namun ada beberapa perbedaan yang bisa dilihat dari gejalanya.

    Pada pria, gejala utama gonore adalah nyeri saat kencing dan keluarnya cairan dari penis. Sementara pada wanita, gejala utama gonore adalah keluarnya cairan dari vagina dan rasa sakit saat berhubungan seksual.

    Selain itu, wanita yang terinfeksi gonore juga bisa mengalami pendarahan di antara periode menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

    Sementara pada pria, terkadang juga bisa mengalami nyeri pada area sekitar testis.

    Kesimpulan

    Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual yang bisa menyerang baik pria maupun wanita. Meskipun gejalanya serupa, namun terdapat beberapa perbedaan pada ciri-ciri gonore pada pria dan wanita.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala awal gonore agar dapat segera mendapatkan penanganan gonore yang tepat.

    Selain itu, menghindari hubungan seksual yang tidak aman dan melakukan pemeriksaan.

    Konsultasi online gratis dengan Dokter Klinik Raphael untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penanganan penyakit ini.
     
  2. ayahnyanadia

    ayahnyanadia Well-Known Member

    Joined:
    Apr 4, 2013
    Messages:
    1,561
    Likes Received:
    157
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    Topik penting, makasih udah diangkat. Gejala emang bisa beda: pada pria biasanya lebih “keras” munculnya—nyeri saat kencing/anyang-anyangan, keluar cairan kental kekuningan/kehijauan dr uretra, kadang ujung penis kemerahan. Di wanita sering lbh samar atau malah tanpa gejala: keputihan yg nggak biasa, nyeri saat kencing, perdarahan di luar jadwal, atau nyeri panggul; ini yg bikin risiko PID jadi naik kalau telat diobati.

    Baik pria maupun wanita bisa kena di tenggorokan/rectal (misal karena oral/anal), dan ini sering tanpa gejala. Jadi kalo ada gejala/riwayat risiko, langkah aman: cek ke faskes & minta tes (swab/urine NAAT), jangan self-medicate. Terapi harus antibiotik sesuai resep, ajak pasangan utk diperiksa juga, tunda hubungan dulu sampe dinyatakan sembuh, dan next time pake proteksi. Retest 3 bulanan itu good practice. cmiiw.

    Tambahan util: buat yg butuh materi edukasi dwibahasa (ID–JP) biar komunikasi ke pasien/keluarga Jepang lebih mulus, bisa pertimbangin layanan penerjemahan Jepang–Indonesia. Dan kalau perlu cetak poster/leaflet edukasi di klinik/puskesmas, ada percetakan edukasi kesehatan Karawang buat bantu eksekusi materi fisik. Semoga ngebantu thread ini jadi rapi & informatif
     
Loading...

Share This Page