Mana Suka Siaran Niaga

Discussion in 'General Discussion' started by KangAndre, Aug 1, 2026.

  1. KangAndre

    KangAndre Member

    Joined:
    Jan 25, 2014
    Messages:
    10,282
    Likes Received:
    2,724
    Trophy Points:
    413
    Koleksi iklan zaman dulu di TVRI sangat erat kaitannya dengan program legendaris bernama Mana Suka Siaran Niaga. Program ini merupakan wadah khusus yang mengumpulkan seluruh materi iklan komersial agar tidak mengganggu esensi tayangan utama.

    [​IMG] ​

    Melalui lini masa perjalanannya, dinamika penayangan iklan di Televisi Republik Indonesia (TVRI) terbagi menjadi beberapa fase historis yang sangat ikonis:

    1. Era Awal & Format Telop (1963–1970)
    • Karakteristik: Iklan pertama kali mengudara di TVRI pada tanggal 1 Maret 1963. Formatnya masih sangat sederhana dan disebut sebagai telop—yakni berupa gambar statis atau salindia tulisan di layar tanpa animasi, yang hanya diiringi latar musik atau suara pembaca teks (voice over).
    • Contoh Iklan Pertama: Menurut catatan sejarah Wikipedia, tiga iklan pertama yang tayang adalah iklan Hotel Tjipajung, PT Masayu (alat berat/truk), dan PT Arschoob Ramasita (pembuat gambar iklan). Pada era ini, iklan masih bisa menyela di tengah-tengah acara layaknya TV modern.
    2. Lahirnya Program "Mana Suka Siaran Niaga" (1976–1981)
    • Karakteristik: Demi menjaga agar siaran informasi pemerintahan tidak terganggu oleh jeda komersial, pemerintah mengelompokkan semua iklan ke dalam satu paket acara khusus bernama ManaSuka Siaran Niaga (sempat disebut Sarana Niaga) yang resmi tayang mulai 22 Desember 1976.
    • Jadwal Tayang: Acara ini ditayangkan sebanyak dua kali sehari (biasanya sore sebelum siaran berita dan malam hari sebelum stasiun TV sign-off atau tutup siaran). Penonton zaman dulu sengaja meluangkan waktu khusus hanya untuk menonton parade iklan komersial ini.
    • Produk yang Ikonis: Iklan-iklan jadul yang populer di era ini meliputi bumbu masak (seperti Miwon dan Ajinomoto), produk kebutuhan rumah tangga (sabun Lux, Rinso, pasta gigi Pepsodent), bedak kosmetik, jamu tradisional, obat-obatan, hingga kendaraan bermotor.
    3. Pelarangan Total Iklan Komersial (1981–1990-an)
    • Keputusan Politik: Mulai 1 April 1981, Presiden Soeharto secara resmi melarang total penayangan iklan komersial di TVRI.
    • Alasan Pelarangan: Pemerintah menilai bahwa tayangan iklan komersial di televisi saat itu memicu dampak negatif berupa budaya konsumerisme yang berlebihan. Hal ini dianggap tidak sejalan dengan misi pembangunan nasional, khususnya bagi masyarakat pedesaan yang jangkauan ekonominya belum merata.
    • Dampak: Selama hampir dua dekade, TVRI murni mendanai operasionalnya lewat iuran iuran televisi masyarakat (iuran TVRI) serta dana anggaran pemerintah. Satu-satunya "iklan" yang boleh tayang hanyalah Iklan Layanan Masyarakat (ILM) non-komersial seperti kampanye KB (Keluarga Berencana), program Aku Cinta Produk Indonesia, dan edukasi pertanian.
    Dunia periklanan komersial di layar kaca Indonesia baru bangkit kembali setelah dibukanya keran izin untuk stasiun televisi swasta pertama (RCTI) pada akhir Agustus 1989.
     
Loading...

Share This Page