Kenali dan Waspadai Bahaya Hepatitis B

Discussion in 'Health & Medical' started by ronaldopurwakarta, Jul 19, 2014.

  1. ronaldopurwakarta

    ronaldopurwakarta Member

    Joined:
    Jul 12, 2014
    Messages:
    185
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    18
    Hepatitis B menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit peradangan pada hati yang disebabkan virus ini dapat menyebabkan komplikasi hati kronis, seperti sirosis dan kanker hati yang berakibat pada kematian.
    Menurut data, sepertiga populasi dunia pernah terpapar virus hepatitis B dan 350-400 juta orang merupakan pengidap hepatitis B.

    Bahkan, sebanyak 600 ribu orang meninggal setiap tahun akibat hepatitis B akut maupun kronis.

    Di Indonesia, jumlah pengidap hepatitis B diperkirakan mencapai 4-20,3 persen. Secara genotip, virus hepatitis B (HBV) di Indonesia kebanyakan virus dengan genotip B (66 persen), disusul C (26 persen), D (7 persen), dan A (0,8 persen).

    Gejala penyakit hepatitis B adalah menguningnya kulit dan mata (jaundice), urin gelap, kelelahan ekstrem, mual, muntah, dan nyeri perut yang berlangsung selama beberapa minggu hingga enam bulan.

    Penyakit ini memiliki masa inkubasi selama tiga minggu hingga enam bulan. Banyak orang tidak sadar telah terinfeksi virus hepatitis B

    Upaya untuk mengenali, mencegah, dan mengobati penyakit ini harus dilakukan antara pemerintah, petugas kesehatan, organisasi kesehatan, rumah sakit, dan pihak terkait lainnya sehingga masyarakat peduli dengan penyakit ini.

    "Indonesia berada di peringkat ketiga dengan jumlah penderita hepatitis B terbanyak di dunia setelah China dan India. Sayangnya kepedulian semua pihak masih rendah. Padahal, masalah penyakit ini sudah dicanangkan sebagai program nasional. Harus dilakukan pencegahan pada mereka yang belum terpapar virus dan lakukan pengobatan teratur untuk mereka yang sudah terserang virus," jelas Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Laurentius Lesmana dalam seminar kesehatan di Jakarta, Kamis (20/6).

    Lesmana menilai, masih banyak masyarakat yang belum aware mengenai bahaya penyakit ini sehingga mereka tidak melakukan imunisasi. Padahal, imunisasi bisa menurunkan angka kejadian penyakit secara signifikan.

    Pasien kerap datang ke pelayanan kesehatan saat kondisinya sudah sangat buruk. "Harus diperhatikan agar pasien mau memonitor penyakitnya secara teratur. Itu bisa dilakukan dengan rutin mengecek darah minimal enam bulan sekali agar semuanya terpantau," kata dia.

    Selain faktor penderita, pemerintah dianggap juga belum begitu peduli mencegah dan mengobati penyakit tersebut.

    Dia membandingkan, di negara-negara lain seperti Taiwan dan Korea, pemerintahnya sudah menggratiskan obat hepatitis B dan C. Sementara di Indonesia obat ini belum terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

    Sementara itu, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Rino Alvani Gani mengatakan, penatalaksanaan penyakit ini diperlukan agar menjadi panduan bagi dokter mengobati pasiennya.

    "Deteksi dini diperlukan untuk melihat bagaimana tingkat kerusakan hati, tingkat konsentrasi virus, sehingga dengan begitu bisa memeroleh pengobatan tepat," kata Rino.

    Hepatitis B menyebar melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lain yang terinfeksi virus. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, penyakit bisa berkembang menjadi sirosis dan kanker hati yang berujung pada kematian.

    Sejumlah langkah bisa dilakukan untuk mencegah munculnya hepatitis B:

    - Vaksinasi

    - Screening

    - Melakukan hubungan seksual dengan aman (berpelindung)

    Sementara itu, untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kekerasan hati pasien, dokter biasanya menggunakan opsi biopsi. Namun, biopsi menyisakan rasa nyeri/sakit pada pasien dan memiliki tingkat kesalahan hingga 30 persen.

    Rino menganjurkan para dokter menggunakan Fibroscan, suatu alat non-invasif yang dapat dipakai menggantikan biopsi yang dapat memerikan tingkat kerusakan jaringan hati secara tepat dan akurat. (Dian)

    sumber : http://fimelle.com/artikel-1023-kenali-dan-waspadai-bahaya-hepatitis-b.html
     
  2. debays

    debays Active Member

    Joined:
    Jul 18, 2014
    Messages:
    1,412
    Likes Received:
    58
    Trophy Points:
    48
    wah artikelnya jleb juga gan, bagus. sambil ngiklan juga.
     
  3. rattan

    rattan Active Member

    Joined:
    Apr 29, 2014
    Messages:
    984
    Likes Received:
    35
    Trophy Points:
    48
    Google+:
    banyak istilah yang saya tak paham

    secreening, non invasif, biopsi, fibroscan,

    yang saya paham cuma link-nya yang banyak *huh*
     
  4. lelafik

    lelafik Member

    Joined:
    Aug 12, 2013
    Messages:
    98
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Wsapada waspada penyakit ini memang sangat meular dan berbahaya
     
  5. budiw92

    budiw92 Member

    Joined:
    Feb 11, 2013
    Messages:
    724
    Likes Received:
    36
    Trophy Points:
    28
    Google+:
    Penyebarannya mirip HIV/AIDS ya
     
  6. ronaldopurwakarta

    ronaldopurwakarta Member

    Joined:
    Jul 12, 2014
    Messages:
    185
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    18
    ane juga belum begitu paham gan,tapi itu salah satu bahasa kedokteran menurut sumbernya...*peace**peace*
     
  7. ronaldopurwakarta

    ronaldopurwakarta Member

    Joined:
    Jul 12, 2014
    Messages:
    185
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    18
    hahaha...*santai* kalau buat untuk remaja udah ga ada gan,
    mungkin kalau untuk balita masih ada
     
  8. debays

    debays Active Member

    Joined:
    Jul 18, 2014
    Messages:
    1,412
    Likes Received:
    58
    Trophy Points:
    48
    tinggal klik gugel.com :D
     
  9. ronaldopurwakarta

    ronaldopurwakarta Member

    Joined:
    Jul 12, 2014
    Messages:
    185
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    18
    betul gan,itu solusi yang praktisnya ...*bagus**bagus*
     
  10. BEIM

    BEIM Active Member

    Joined:
    Mar 17, 2014
    Messages:
    1,358
    Likes Received:
    36
    Trophy Points:
    48
    iya gan,, penyebaran virusnya biasa karena pemakaian alat medis yang bergantian..
     
Loading...

Share This Page